Teknik Dasar Belajar Menggunakan Kamera DSLR Untuk Pemula
Fotografi ( Photography ) berasal dari kata Foto ( Cahaya ) dan Graphia ( menulis / menggambar ), sehingga dapat diartikan bahwa fotografi adalah suatu teknik menggambar dengan cahaya. Atas dasar tersebut, jelas bahwa cahaya sangat berperan penting dan menjadi sumber utama dalam memperoleh gambar.
f/1.2
f/1.4
f/1.8
f/2.0
f/2.8
f/3.5
f/4.0
dst…
Pada mode ini pengaturan kamera sepenuhnya manual, baik shutter speed, aperture, ISO, dsb.
Pada mode ini aperture dapat diatur sesuai dengan kehendak, namun shutter speed akan mengimbangi secara otomatis akan kebutuhan cahaya sesuai dengan besar aperture.
Pada mode ini shutter speed dapat diatur sesuai dengan kehendak, namun aperture akan mengimbangi secara otomatis kebutuhan cahaya yang sesuai dengan shutter speed.
Pada mode ini baik aperture maupun shutter speed akan mengkalkulasi secara otomatis sesuai dengan kebutuhan cahaya, hanya saja pada mode ini tingkat exposure dapat diatur sesuai dengan kehendak.
Mode auto merupakan mode dimana kamera secara penuh mengatur akan segala kebutuhan pengaturan, dengan kata lain pada mode ini fotografer tinggal “jepret” saja.
Mode ini merupakan pencabangan mode full auto, namun lebih disesuaikan dengan kebutuhan portrait ( foto manusia ), seperti penggunaan tonal warna untuk skin tone, dsb.
Mode ini merupakan pencabangan mode full auto, namun lebih disesuaikan dengan kebutuhan foto pemandangan ( landscape), seperti tone warna yang lebih vivid atau lain sebagainya.
Mode ini merupakan pencabangan mode full auto, namun lebih disesuaikan dengan kebutuhan foto macro ( jarak dekat sehingga objek tampak lebih besar ), seperti fokus lensa yang lebih disesuaikan.
Mode ini merupakan pencabangan mode full auto, namun lebih disesuaikan dengan kebutuhan pemotretan objek yang bergerak, sehingga fokus lensa akan lebih cepat bergerak menyesuaikan dengan pergerakan objek.
Mode ini merupakan pencabangan mode full auto, namun lebih disesuaikan dengan kebutuhan foto pemandangan pada malam hari.
Mode ini merupakan pencabangan mode full auto, namun lebih disesuaikan dengan kebutuhan foto portrait malam hari atau cahaya redup.
Pada mode ini, pengaturan fokus foreground dan background diatur secara otomatis oleh kamera sehingga lebih memungkinkan untuk menghasilkan foto yang tajam baik pada foreground maupun background.
Pada mode ini pengaturan kamera sepenuhnya manual, baik shutter speed, aperture, ISO, dsb.
Pada mode ini aperture dapat diatur sesuai dengan kehendak, namun shutter speed akan mengimbangi secara otomatis akan kebutuhan cahaya sesuai dengan besar aperture.
Pada mode ini shutter speed dapat diatur sesuai dengan kehendak, namun aperture akan mengimbangi secara otomatis kebutuhan cahaya yang sesuai dengan shutter speed.
Pada mode ini baik aperture maupun shutter speed akan mengkalkulasi secara otomatis sesuai dengan kebutuhan cahaya, hanya saja pada mode ini tingkat exposure dapat diatur sesuai dengan kehendak.
Mode auto merupakan mode dimana kamera secara penuh mengatur akan segala kebutuhan pengaturan, dengan kata lain pada mode ini fotografer tinggal “jepret” saja.
Mode ini merupakan pencabangan mode full auto, namun lebih disesuaikan dengan kebutuhan portrait ( foto manusia ), seperti penggunaan tonal warna untuk skin tone, dsb.
Mode ini merupakan pencabangan mode full auto, namun lebih disesuaikan dengan kebutuhan foto pemandangan ( landscape), seperti tone warna yang lebih vivid atau lain sebagainya.
Mode ini merupakan pencabangan mode full auto, namun lebih disesuaikan dengan kebutuhan foto macro ( jarak dekat sehingga objek tampak lebih besar ), seperti fokus lensa yang lebih disesuaikan.
Mode ini merupakan pencabangan mode full auto, namun lebih disesuaikan dengan kebutuhan pemotretan objek yang bergerak, sehingga fokus lensa akan lebih cepat bergerak menyesuaikan dengan pergerakan objek.
Mode ini merupakan pencabangan mode full auto, namun lebih disesuaikan dengan kebutuhan foto pada malam hari.
Mode ini merupakan pencabangan mode full auto, namun apabila pada mode auto lainnya built in flash akan otomatis pop up apabila cahaya dirasa kurang, pada mode ini built in flash tidak akan menyala sama sekali, sehingga shutter speed dan aperture akan lebih berperan untuk mengimbangi kebutuhan cahaya.
Jawab: Karena cahaya yang ada kurang memadai, sehingga foto menjadi under exposure. Coba untuk naikan ISO agar shutter speed dapat menjadi lebih cepat.
Jawab: Bisa jadi karena shutter speed kurang cepat mengimbangi kecepatan objek, namun apabila buram bisa jadi juga karena fokus lensa tidak tepat jatuh pada objek
Jawab: Cahaya pada saat pengambilan foto surplus, sehingga menjadi over exposure. Untuk mensiasatinya, perkecil bukaan lensa dengan menaikan aperture.
Jawab: Karena kamera mengalami pergerakan pada saat shutter terbuka, sehingga gambar yang dihasilkan menjadi blur. Untuk menghindari hasil yang blur, gunakan tripod atau letakan kamera pada tempat yang statis dan stabil.
Bidik sasaran bergerak ( pada umumnya mobil ), tekan tombol shutter 1/2 agar fokus mengunci objek, gerakan kamera mengikuti objek seketat mungkin agar objek tetap fokus, sekiranya dirasa gerakan kamera sudah mengimbangi gerakan objek, tekan tombol shutter penuh dengan kamera yang tetap bergerak mengikuti objek.
Jawab: Bisa jadi karena gerakan kamera tidak sesuai dengan gerakan objek. Cobalah percepat shutter speed dan coba untuk mengikuti gerakan objek seketat mungkin.
Jawab: Bisa jadi karena shutter speed terlalu cepat dan atau kamera kurang digerakan pada saat pemotretan.
APAKAH KITA HARUS SUKSES DULU BARU BISA BAHAGIA...????
APAKAH KITA HARUS SUKSES DULU BARU BISA BAHAGIA...????
Pertanyaan : “Apakah kita harus meraih sukses dulu ataukah merasa bahagia dulu, untuk bisa meraih Great Life/Kehidupan agung yang penuh makna…???”
Pertanyaan ini mirip dengan pertanyaan : ” Mana yang duluan hadir kedunia, Telur atau ayam dulu…?”….
Umumnya kita semua akan berusaha keras untuk mencapai sukses
kehidupan baik dibidang kesehatan, pekerjaan, harta kekayaan,
perkawinan, punya anak…lebih dulu, barulah kita merasa bahagia lahir
bathin….
Kehidupan modern membuat kita terpacu memenuhi standar “Life Style
era modern”, setelah berhasil, barulah kita bernafas lega dan merasakan
kebahagiaan….
Namun, berapa banyak yang mampu berhasil meraih mimpi memenuhi
ambisinya memenuhi Life Style yang diinginkan…???, menurut hasil
penelitian para pakar kejiwaan, ternyata di Indonesia tak lebih dari 25 %
yang mampu memenuhi dreamnya mencapai Lfe Style yang didambakannya,
sedangkan 75 %, gagal….
Karena itu, banyak sekali rakyat Indonesia yang menderita stress,
depresi, psikosomatis, dan berbagai penyakit kejiwaan lainnya, sehingga
sekarang ini berbagai tindakan kekerasan, perkelahian antar geng, antar
kampung, antar agama, antar suku, antar golongan kepentingan terjadi
dimana mana…
Business Rumah Sakit merupakan bisnis yang sangat menguntungkan di
Indonesia, karena sangat banyak penduduk yang menderita sakit…bahkan
praktisi pengobatan kesehatan alternatifpun sekarang bagaikan jamur
dimusim hujan, ada dimana mana dan lakukeras…
Bahkan bagi orang kaya, Rumah Sakit Elizabeth di daerah Orchad
Singapura bagaikan tempat wisata paling popular, sehingga menurut data
disana, mayoritas pasien Elizabeth adalah warga negara Indonesia….
Setelah saya pelajari fenomena banyaknya penduduk Indonesia yang
menderita sakit kejiwaan belakangan ini, dengan membaca berbagai
referensi, baik dibuku maupun internet, ditambah pengalaman sendiri,
akhirnya saya menemukan bahwa ada salah persepsi dalam pikiran mayoritas
penduduk Indonesia….apakah salah persepsi tersebut…?.
Ternyata kuncinya sangat sederhana, yaitu kebanyakan terlalu
terobsesi bahwa kita harus bisa mencapai sukses dulu, baru bisa meraih
bahagia….
Celakanya, semakin kita mengejar kebahagiaan melalui sukses dulu,
kebahagiaan itu malahan semakin sulit diraih, karena tolok ukur kita ttg
kebahagiaan, terus naik dan naik terus….bagaikan seekor kuda yang
mengejar rumput yang diikat digantungkan didepan kepalanya….bagaikan
kita mengejar bayangan kita sendiri….
Lalu apa yang harus kita lakukan agar bisa meraih kebahagiaan hidup?…
Ternyata sangat sederhana dan simpel, karena “Perasaan Bahagia” itu
letaknya berada dalam “Hati Sanubari Kita Sendiri…”….artinya, kita harus
melakukan “Inner Journey..”….melakukan perjalanan kedalam Lubuk Hati Kita Yang Paling Dalam…bukan “Outer Journey…”..
Bagaimana caranya melakukan “Inner Journey”…?
Saya coba jelaskan sesuai pengalaman saya pribadi….
1. Pertama tama lakukan puasa wajib bulan Ramadhan secara tertib dan
disiplin, bukan hanya sebagai kewajiban, tapi juga harus diyakini sebagi
suatu kebutuhan kita untuk melatih mengendalikan hawa nafsu duniawi,
termasuk seluruh panca indera kita: mata, telinga, lidah, kulit,
hidung….
2. Setelah kita terlatih melakukan puasa wajib dengan disiplin, kita
tambah dengan puasa Senin Kamis yang dianjurkan agama Islam, tujuannya
utk meningkatkan kemampuan sinergi pikiran dan hati sanubari kita yang
disebut kekuatan “Mental”, dalam mengalahkan hawa nafsu duniawi kita
yang terkait denga semua rangsangan dari luar…
3. Kemudian kita melakukan berbagai diet yang akan meningkatkan daya
tahan kita akan rangsangan nafsu duniawi: berpantang mo-li-mo secara
konsisten…( molimo:…maling, madon, mabuk, main judi, madat).
4. Kemudian kita tingkatkan dengan berdiet/menjauhi makanan dan
minuman yang mengandung resiko merusak kesehatan antara lain: Rokok,
Kopi, Alkohol, Kolesterol tinggi, zat pengawet, zat pewarna, zat
penyedap..
5. Lakukan olah raga aerobik secara rutin, minimal 3 kali seminggu
berupa: Lari/joging, berenang, sepak bola, tennis, sepeda, beladiri,
bulu tangkis, volley, tenis meja…selam minimal satu jam nonstop…
6. Melakukan pengecekan kesehatan rutin minimal 6 bulan sekali ke
laboratorium, agar tahu dengan akurat kondisi kesehatan kita, karena :
“Hanya dalam tubuh yang sehat akan terdapat jiwa yang
sehat”….karena,kalau kita sehat, maka akan lebih mudah merasakan
bahagia, daripada mereka yang menderita sakit ….
7. Rajin menengok handai taulan, saudara, kerabat, yang sedang
menderita sakit, dan melayat orang yang meninggal dunia, agar kita
sering melihat dan menyaksikan peristiwa yang menyedihkan yang menimpa
orang lain…
8. Ikut aktif dalam kegiatan sosial kemasyarakatan seperti Donor darah, relawan bencana alam dan sejenisnya…
Yang saya uraikan diatas adalah sebagian dari upaya kita menumbuh
kembangkan daya tahan mental kita terhadap serangan dan gangguan hawa
nafsu duniawi yang akan menyeret kita kedalam kondisi: Stress, Depresi,
Psikosomatis dan berbagai jenis sakit kejiwaan yang akan menulitkan kita
meraih “Kebahagiaan Hidup”..
Berbagai usaha yang bersifat fisik diatas, harus disertai Kemauan
Keras kita untuk selalu penuh kepercayaan diri dalam menghadapai
berbagai macam kesulitan hidup…
Kita harus melatih diri agar tidak tergantung pada apapun dan
siapapun dalam hidup kita kecuali kepada “Kemampuan Diri Sendiri” dan
“Tuhan”….
Dengan sering melakukan berbagai latihan mengatasi rasa lapar, haus,
hawa nafsu birahi, kebiasaan yang tak sehat, kita akan mudah merasakan
perasaan bahagia dan kepuasan batin walau dalam keadaan sangat darurat
dan berkekurangan…
Berbagai latihan militer sebenarnya sangat baik untuk melatih mental
kita agar kuat menghadapi berbagai tantangan, hambatan, gangguan dan
ancaman dalam kehidupan sehari hari…
Latihan Long March yang berjarak puluhan kilometer dalam sehari,
selama 3 hari berturut turut secara nonstop…, latihan merangkak dan
merayap beberapa ratus meter dibawah pagar kawat berduri sambil
ditembaki peluru tajam diatas kepala, tidur didalam kubangan air lubang
pertahanan semalam suntuk, terjun dari pesawt terbang yang sedang
terbang, melakukan survival baik dihutan maupun rawa laut tanpa diberi
suplai makanan oleh pelatih selama beberapa hari, tidur diatas pohon
dll, akan membuat kita akan sangat mudah merasakan kenikmatan hidup,
kebahagiaan hidup, walau hanya harus tidur diatas ieldbed tanpa kasur,
makan nasi jagung tanpa lauk, minum air sungai yang tak jelas steril
atau tidak…
Kalau anda pernah mengalami latihan terjun payung dari pesawat
terbang yang sedang terbang diudara, dimana kalau anda ada kesalahan,
akibatnya adalah anda akan berisiko menghadapi kematian, lalu anda
melakukan berbagai latihan persiapan sampai pelaksanaan terjun dari
pesawat, lalu ternyata anda berhasil dan selamat, anda tak jadi
mati…apakah yang anda nikmati saat itu?…Kita akan merasakan Kenikmatan
dan Kebahagiaan tak terkira…melebihi “Pengalaman Menikmati Malam Pertama
Sebagai Pengantin…!!!”..
Jadi, menurut pengalaman saya pribadi, kalau ingin betul betul
menghargai betapa bernilai dan betapa indahnya karunia Tuhan yang
bernama”Kehidupan”…adalah harus berani bereksperimen mengalami: “Near Death Experiment…”.
Jadi kebahagiaan kita letaknya berada dalam “mental” kita, berada didalam Pikiran dan Hati Nurani kita yang paling dalam….
Ternyata, menurut pengalaman pribadi saya, setelah kita mampu
merasakan rasa bahagia, rasa nyaman, walau kita dalam keadaan tertekan,
terjepit, terhina, dizalimi, difitnah, dimusuhi, kelaparan, kehausan,
capai. kekuranga, tak punya uang, serba kekurangan secara materi,
makaakhirnya masalah “Kesuksesan MeraihHidupYang Bermakna”, hanya
masalah waktu saja…pasti Great Life akan menghampiri kita tanpa harus
kita kejar lagi…!!!
Kesimpulan akhir adalah: “Kalau kita mampu melakukan olah
fisik dan batin sehingga kita mampu menjadi manusia yang bisa bertahan
hidup dan nyaman dalam kondisi sangat minimal, maka kita telah
bermetamorfosa menjadi manusia baru yang tangguh, yang tak perlu lagi
mengejar kebahagiaan dengan susah payah, karena rasa bahagia akan
menghampirinya tanpa dikejar…”
Pertanyaan : “Apakah kita harus meraih sukses dulu ataukah merasa bahagia dulu, untuk bisa meraih Great Life/Kehidupan agung yang penuh makna…???”
Pertanyaan ini mirip dengan pertanyaan : ” Mana yang duluan hadir kedunia, Telur atau ayam dulu…?”….
Umumnya kita semua akan berusaha keras untuk mencapai sukses
kehidupan baik dibidang kesehatan, pekerjaan, harta kekayaan,
perkawinan, punya anak…lebih dulu, barulah kita merasa bahagia lahir
bathin….
Kehidupan modern membuat kita terpacu memenuhi standar “Life Style
era modern”, setelah berhasil, barulah kita bernafas lega dan merasakan
kebahagiaan….
Namun, berapa banyak yang mampu berhasil meraih mimpi memenuhi
ambisinya memenuhi Life Style yang diinginkan…???, menurut hasil
penelitian para pakar kejiwaan, ternyata di Indonesia tak lebih dari 25 %
yang mampu memenuhi dreamnya mencapai Lfe Style yang didambakannya,
sedangkan 75 %, gagal….
Karena itu, banyak sekali rakyat Indonesia yang menderita stress,
depresi, psikosomatis, dan berbagai penyakit kejiwaan lainnya, sehingga
sekarang ini berbagai tindakan kekerasan, perkelahian antar geng, antar
kampung, antar agama, antar suku, antar golongan kepentingan terjadi
dimana mana…
Business Rumah Sakit merupakan bisnis yang sangat menguntungkan di
Indonesia, karena sangat banyak penduduk yang menderita sakit…bahkan
praktisi pengobatan kesehatan alternatifpun sekarang bagaikan jamur
dimusim hujan, ada dimana mana dan lakukeras…
Bahkan bagi orang kaya, Rumah Sakit Elizabeth di daerah Orchad
Singapura bagaikan tempat wisata paling popular, sehingga menurut data
disana, mayoritas pasien Elizabeth adalah warga negara Indonesia….
Setelah saya pelajari fenomena banyaknya penduduk Indonesia yang
menderita sakit kejiwaan belakangan ini, dengan membaca berbagai
referensi, baik dibuku maupun internet, ditambah pengalaman sendiri,
akhirnya saya menemukan bahwa ada salah persepsi dalam pikiran mayoritas
penduduk Indonesia….apakah salah persepsi tersebut…?.
Ternyata kuncinya sangat sederhana, yaitu kebanyakan terlalu
terobsesi bahwa kita harus bisa mencapai sukses dulu, baru bisa meraih
bahagia….
Celakanya, semakin kita mengejar kebahagiaan melalui sukses dulu,
kebahagiaan itu malahan semakin sulit diraih, karena tolok ukur kita ttg
kebahagiaan, terus naik dan naik terus….bagaikan seekor kuda yang
mengejar rumput yang diikat digantungkan didepan kepalanya….bagaikan
kita mengejar bayangan kita sendiri….
Lalu apa yang harus kita lakukan agar bisa meraih kebahagiaan hidup?…
Ternyata sangat sederhana dan simpel, karena “Perasaan Bahagia” itu
letaknya berada dalam “Hati Sanubari Kita Sendiri…”….artinya, kita harus
melakukan “Inner Journey..”….melakukan perjalanan kedalam Lubuk Hati Kita Yang Paling Dalam…bukan “Outer Journey…”..
Bagaimana caranya melakukan “Inner Journey”…?
Saya coba jelaskan sesuai pengalaman saya pribadi….
1. Pertama tama lakukan puasa wajib bulan Ramadhan secara tertib dan
disiplin, bukan hanya sebagai kewajiban, tapi juga harus diyakini sebagi
suatu kebutuhan kita untuk melatih mengendalikan hawa nafsu duniawi,
termasuk seluruh panca indera kita: mata, telinga, lidah, kulit,
hidung….
2. Setelah kita terlatih melakukan puasa wajib dengan disiplin, kita
tambah dengan puasa Senin Kamis yang dianjurkan agama Islam, tujuannya
utk meningkatkan kemampuan sinergi pikiran dan hati sanubari kita yang
disebut kekuatan “Mental”, dalam mengalahkan hawa nafsu duniawi kita
yang terkait denga semua rangsangan dari luar…
3. Kemudian kita melakukan berbagai diet yang akan meningkatkan daya
tahan kita akan rangsangan nafsu duniawi: berpantang mo-li-mo secara
konsisten…( molimo:…maling, madon, mabuk, main judi, madat).
4. Kemudian kita tingkatkan dengan berdiet/menjauhi makanan dan
minuman yang mengandung resiko merusak kesehatan antara lain: Rokok,
Kopi, Alkohol, Kolesterol tinggi, zat pengawet, zat pewarna, zat
penyedap..
5. Lakukan olah raga aerobik secara rutin, minimal 3 kali seminggu
berupa: Lari/joging, berenang, sepak bola, tennis, sepeda, beladiri,
bulu tangkis, volley, tenis meja…selam minimal satu jam nonstop…
6. Melakukan pengecekan kesehatan rutin minimal 6 bulan sekali ke
laboratorium, agar tahu dengan akurat kondisi kesehatan kita, karena :
“Hanya dalam tubuh yang sehat akan terdapat jiwa yang
sehat”….karena,kalau kita sehat, maka akan lebih mudah merasakan
bahagia, daripada mereka yang menderita sakit ….
7. Rajin menengok handai taulan, saudara, kerabat, yang sedang
menderita sakit, dan melayat orang yang meninggal dunia, agar kita
sering melihat dan menyaksikan peristiwa yang menyedihkan yang menimpa
orang lain…
8. Ikut aktif dalam kegiatan sosial kemasyarakatan seperti Donor darah, relawan bencana alam dan sejenisnya…
Yang saya uraikan diatas adalah sebagian dari upaya kita menumbuh
kembangkan daya tahan mental kita terhadap serangan dan gangguan hawa
nafsu duniawi yang akan menyeret kita kedalam kondisi: Stress, Depresi,
Psikosomatis dan berbagai jenis sakit kejiwaan yang akan menulitkan kita
meraih “Kebahagiaan Hidup”..
Berbagai usaha yang bersifat fisik diatas, harus disertai Kemauan
Keras kita untuk selalu penuh kepercayaan diri dalam menghadapai
berbagai macam kesulitan hidup…
Kita harus melatih diri agar tidak tergantung pada apapun dan
siapapun dalam hidup kita kecuali kepada “Kemampuan Diri Sendiri” dan
“Tuhan”….
Dengan sering melakukan berbagai latihan mengatasi rasa lapar, haus,
hawa nafsu birahi, kebiasaan yang tak sehat, kita akan mudah merasakan
perasaan bahagia dan kepuasan batin walau dalam keadaan sangat darurat
dan berkekurangan…
Berbagai latihan militer sebenarnya sangat baik untuk melatih mental
kita agar kuat menghadapi berbagai tantangan, hambatan, gangguan dan
ancaman dalam kehidupan sehari hari…
Latihan Long March yang berjarak puluhan kilometer dalam sehari,
selama 3 hari berturut turut secara nonstop…, latihan merangkak dan
merayap beberapa ratus meter dibawah pagar kawat berduri sambil
ditembaki peluru tajam diatas kepala, tidur didalam kubangan air lubang
pertahanan semalam suntuk, terjun dari pesawt terbang yang sedang
terbang, melakukan survival baik dihutan maupun rawa laut tanpa diberi
suplai makanan oleh pelatih selama beberapa hari, tidur diatas pohon
dll, akan membuat kita akan sangat mudah merasakan kenikmatan hidup,
kebahagiaan hidup, walau hanya harus tidur diatas ieldbed tanpa kasur,
makan nasi jagung tanpa lauk, minum air sungai yang tak jelas steril
atau tidak…
Kalau anda pernah mengalami latihan terjun payung dari pesawat
terbang yang sedang terbang diudara, dimana kalau anda ada kesalahan,
akibatnya adalah anda akan berisiko menghadapi kematian, lalu anda
melakukan berbagai latihan persiapan sampai pelaksanaan terjun dari
pesawat, lalu ternyata anda berhasil dan selamat, anda tak jadi
mati…apakah yang anda nikmati saat itu?…Kita akan merasakan Kenikmatan
dan Kebahagiaan tak terkira…melebihi “Pengalaman Menikmati Malam Pertama
Sebagai Pengantin…!!!”..
Jadi, menurut pengalaman saya pribadi, kalau ingin betul betul
menghargai betapa bernilai dan betapa indahnya karunia Tuhan yang
bernama”Kehidupan”…adalah harus berani bereksperimen mengalami: “Near Death Experiment…”.
Jadi kebahagiaan kita letaknya berada dalam “mental” kita, berada didalam Pikiran dan Hati Nurani kita yang paling dalam….
Ternyata, menurut pengalaman pribadi saya, setelah kita mampu
merasakan rasa bahagia, rasa nyaman, walau kita dalam keadaan tertekan,
terjepit, terhina, dizalimi, difitnah, dimusuhi, kelaparan, kehausan,
capai. kekuranga, tak punya uang, serba kekurangan secara materi,
makaakhirnya masalah “Kesuksesan MeraihHidupYang Bermakna”, hanya
masalah waktu saja…pasti Great Life akan menghampiri kita tanpa harus
kita kejar lagi…!!!
Kesimpulan akhir adalah: “Kalau kita mampu melakukan olah
fisik dan batin sehingga kita mampu menjadi manusia yang bisa bertahan
hidup dan nyaman dalam kondisi sangat minimal, maka kita telah
bermetamorfosa menjadi manusia baru yang tangguh, yang tak perlu lagi
mengejar kebahagiaan dengan susah payah, karena rasa bahagia akan
menghampirinya tanpa dikejar…”
Untuk blogger yg mau kenalan lebih jauh dengan saya, dibawah ada alamat email, facebook dan jejaring sosial lain.
Add Facebook gue di link dibawah..
https://www.facebook.com/Adhryanoulhidayath?refid=7
trus follow twitter gua di @adrheantarafuru
adrheant.arafuru@gmail.com
yang ada akun www.smaboy.com sama akun www.kwikku.com ... add dan subscribe gue yahh. cari aja akunku atas nama ADRHEANT ARAFURU ....
BIOGRAFI
ARAFURU BAND
Sebuah band yang berasal dari satu daerah bernama ARA. Bagian timur dari kota Bulukumba Sulawesi selatan. Adapun filosofi dari nama ARAFURU itu sendiri sangat banyak. Yang utama adalah adanya kata ARA pada nama ARAFURU itu, untuk menandai kalo mereka berasal dari ARA. ARAFURU juga berasal dari nama Laut dibagian timur Indonesia, laut itu dikenal sebagai laut yang cukup ganas. Dari filosofi ini, ARAFURU ingin menyampaikan musik mereka dengan "GANAS" (ganas untuk meluluhkan hati para pendengarnya).
Band ini terdiri dari 4 personil, Rheant (vocal-rhytm), Aldy (lead gitar), Anis (drum),Sementara untuk posisi bassist Arafuru masih menggunakan additional player.
Untuk lebih mengenal data masing-masing personil, Berikut Biodata mereka.

RHEANT
Nama Lengkap : Adrianul Hidayat
Nama harian : Rheant / Dayat
T.T.L : BULUKUMBA, 14 09 1993
Posisi : Vocalist, gitar.
Fbook : Adrheant Arafuru
E-Mail : Adrheant.arafuru@gmail.com
ALDY
Nama Lengkap : Aldy Gunawan
Nama harian : Aldy
T.T.L : BULUKUMBA, 12 12 1994
Posisi : Lead Gitar
Fbook : Aldy Kare O Shosan
ANIS
Nama Lengkap : Andi Anis Mahesa
Nama harian : Anis
T.T.L : BULUKUBA, 18 12 xxxx
Posisi : Drummer
Fbook : AniZxtegil SaNg TerorisciNta
E-Mail : Anisstegil@yahoo.co.id
Itulah profil dari para personil ARAFURU BAND. Saat ini mereka telah mengeluarkan 3 lagu, Betapa, Aku Pergi, Pa'risi Atingku (konjo cover)..
Jangan lupa ikuti kegiatan Arafuru dengan cara like fanspage ARAFURU BAND..
lirik lagu 2 manusia ost. perahu kertas






















